Minggu, 11 September 2016

HIKMAH IDUL ADHA 1437 H


Hari senin yang akan datang seluruh umat Islam dari seluruh penjuru dunia akan merayakan Idul Adha10 dzuhijah tahun 1437 H., bertepatan pada tanggal 12 September 2016 Masehi . Kalau melihat sejarah, perist
iwa Idul Adha ini berkaitan erat dengan perjalanan Hidup Nabiyullah Ibrahim As. Di awali dari sebuah mimpi yang berasal dari Allah swt, untuk menyembelih putranya Nabi Ismail AS. Sesuai dengan dengan firman Allah swt :
Artinya : “ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar". (QS. As- Shaffat : 102)

Perintah itupun dijalankan oleh Nabiyullah Ibrahim dan Nabi Ismail as. Dibawalah Nabi Ismail ke sebuah tempat, Nabi Ismail kemudian di ikat, dan Nabi Ibrahim sudah siap menghunuskan pisaunya yang tajam. Di saat Nabi Ibrahim Mau menyembelih Nabi Ismail as, kemudian Allah memerintahkan kepada Malaikat Jibril as untuk menggantinya dengan sekor domba besar. Allah swt berfirman :
Artinya : “ Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (QS. As- Shaffat : 102)
Allahu akbar 3x..
Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji.

Perintah untuk berkorban juga ditegaskan dalam firman Allah swt.
Artinya : “ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.” (Al- Kautsar : 1-3)
Dari peristiwa tersebut ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil :

๐ŸŒฟ Marilah kita belajar dari pengorbanan Nabi Ibrahim as, yang hedak menyembelih Putra tercintanya (Nabi Ismail as) . Putra yang telah dinanti-nanti selama bertahun-tahun harus dikorbankan., sebagai seorang ayah pasti merasa berat dan tidak tega untuk melakukanya. Tapi karena itu adalah perintah Allah, maka hal itupun dilaksanakan oleh Mereka dengan penuh keimanan. Ini menunjukan bahwa kecintaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as kepada Allah swt, tidak terkalahkan oleh apapun.
Untuk mencapai derajat yang mulia memang membutuhkan sebuah pengorbanan, demikian juga dengan dengan kita, apabila ingin menjadi manusia yang mulia maka harus berusaha dengan sepenuh hati dan pikiran untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas iman dan takwa terhadap Allah swt. Demikian juga dengan seorang pelajar tentu harus belajar dengan sungguh-sungguh, mengeluarkan segala daya dan upaya untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

๐ŸŒฟ Hendaknya mencontoh kesalehan Nabi Ismail As, yang begitu patuh terhadap perintah Allah swt, begitu pula Ia juga sangat patuh terhadap orang tuanya ( Nabi Ibrahim as) Ini adalah cerminan anak yang birul walidain (anak yang berbakti terhadap orang tua). Walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun , ia rela melakukanya untuk menunjukan kepatuhan dan ketundukanya terhadap Allah swt, dan orang tuanya. Rasulullah saw pernah bersabda :
 ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุฑِุถَู‰ ุงู„ุฑَّุจِّ ูِูŠ ุฑِุถَู‰ ุงู„ْูˆَุงู„ِุฏِ ูˆَุณَุฎَุทُ ุงู„ุฑَّุจِّ ูِูŠ ุณَุฎَุทِ ุงู„ْูˆَุงู„ِุฏِ    
“ Dari Nabi saw., bersabda : "Ridlo Allah terdapat pada ridlonya orang tua dan murkanya Allah terdapat pada murkanya orang tua. “
Untuk itu jangan sekali-kali kita menyakiti kedua orang tua kita, marilah kita hormati orang tua kita, kita muliakan keduanya, serta mari kita sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita ketika kecil, dan jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka “ robbighfirli wali walidayya warhamhuma kama robbayani soghiro”

๐ŸŒฟ Mengingatkan kita agar senantiasa Mengagungkan kebesaran Allah swt, dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil, Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, laailaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu.

Pada saat ini saudara kita umat islam dari seluruh penjuru dunia sedang berkumpul di Makatul Mukaromah untuk menjalankan rukun Islam ke 5 yaitu menunaikan ibadah haji memenuhi panggilan Allah swt, mudah-mudahan mereka semua menjadi haji yang mabrur dan seluruh ibadahnya diterima oleh Allah swt. Dan Mudah-mudahan kita semua yang berada di majlis ini juga bisa menjalankan ibadah Haji di Baitullah.

ู„َุจَّูŠْูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู„َุจَّูŠْูƒَ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َูƒَ ู„َุจَّูŠْูƒَ ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ูˆَุงู„ู†ِّุนْู…َุฉَ ู„َูƒَ ูˆَุงู„ْู…ُู„ْูƒَ ู„َุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َูƒَ

๐ŸŒฟ Berbagi dengan sesama
Ibadah kurban merupakan suatu bentuk penanaman kepedulian terhadap sesame manusia. Daging kurban hasil penyembelihan nantinya akan di bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, hal ini tentu sangat membantu mereka dalam rangka pemenuhan kebutuhan fisik, karena daging kurban mengandung protein hewani yang sangat baik untuk tubuh. Lebih dari itu pembagian daging qurban merupakan bagian dari bentuk kasih saying antar sesame umat Islam, yang diharapkan bisa meningkatkan tali persaudaraan serta meningkatkan keimanan kepada Allah swt.

๐ŸŒฟ Jenis sembelihan yang berupa bahimah (binatang ternak), pada hakikatnya mengandung arti bahwa dengan matinya hayawan ternak, maka diharapkan kita bisa membuang kecongkaan dan kesombongan yang ada pada diri kita, hawa nafsu dan sifat-sifat hayawaniyah harus dikendalikan, jangan dibiarkan tumbuh subur dalam hati kita.

Demikianlah beberapa hal yang bisa kita ambil hikmah dari pelaksanaan perayaah Idul Adha, mudah-mudahan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah swt. Semoga bangsa kita bisa menjadi bangsa yang baldatun tayyibatun warabbun ghoffur, generasi mudanya menjadi generasi muda yang berkualitas, solih dan solikhah, jauh dari segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan. Sebagaimana doa Nabi Ibrahim As.
Artinya : “ dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (QS. Ibrohim : 35)
๐ŸŒท semoga bermanfaat, amin๐ŸŒท

Minggu, 04 September 2016

PENGEMIS TUA YANG BERHATI MULIA


Wajahnya telah keriput, giginya sudah tidak ada, hidupnya sebatang kara, tinggal di sebuah gubug tua ditepian kota. Pemukiman kumuh yang penuh dengan sampah, kotoran, barang-barang bekas sudah menjadi tempat tinggalnya sehari-hari. Mbah Darjo adalah sapaan akrabnya, di usia yang sudah senja Ia harus berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan demi menyambung hidup.
Apapun telah dilakukan, mulai dari kuli panggul, pemulung, pemecah batu, mengais becak, berjualan ES keliling, serta berbagai pekerjaan serabutan lainya. Bermodalkan ketrampilan sederhana ternyata tidak mampu merubah nasib hingga usianya semakin renta.
Kini mbah Darjo sudah tidak mampu bekerja lagi, tenaganya sudah lemah, pendengaranya sudah tidak jelas, matanya pun sudah berkaca-kaca sehingga pandanganya sudah mulai kabur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terpaksa Ia harus mengemis, mengharap ada orang yang mau berbelas kasih memberikan bantuan.
Suatu ketika Mbah Darjo mendapatkan hasil yang cukup banyak, ada orang yang memberikan bantuan lebih dari biasanya. Mbah Darjo pun tersenyum seraya bersyukur atas nikmat yang diperolehnya hari itu. Tak lupa Ia selalu mendoakan bagi siapa saja yang memberikan uluran tangan kepadanya.
Mbah Darjopun menyisihkan sebagian hasil yang diperoleh untuk bekal masa tuanya nanti.
Pada saat yang bersamaan mbah Darjo melihat ada anak kecil yang menangis tersedu-sedu, wajahnya pucat seperti belum menyentuh makan seharian. Dengan tertatih mbah Darjopun mendekati anak itu sambil menyapa, "kenapa nak, ko kamu menangis?" sapa mbah Darjo dengan halus. Anak itupun menjawab, " Ibu saya sakit mbah, Bapak tidak punya uang untuk membeli obat, saya juga belum makan seharian, saya tidak tahan dirumah melihat Ibu menangis makanya saya kesini".
Mbah Darjopun mengelus dada, Ia merasa kasihan kepada anak itu, lalu dengan ketulusan hati Mbah Darjo memberikan uang hasil jerih payahnya yang telah ia kumpulkan untuk anak itu, Ia tidak mempedulikan lagi dirinya, karena Ia merasa masih ada yang lebih membutuhkan. "Nak, ini Mbah Ada sedikit uang silahkan dipake untuk berobat ibumu ya, mudah-mudahan ibumu cepat sembuh". Anak itupun merasa sangat senang dan langsung pulang kerumah. Sesampainya dirumah anak itupun menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya
, Ibunyapun merasa terharu dan menangis menitikan air mata. Ternyata ada seorang Kakek yang berhati mulia yang telah rela menolongnya.
Setelah sembuh dari sakitnya ibu si Anak itupun mulai beraktifitas seperti biasa, usaha demi usaha mereka lakukan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Sampai akhirnya keluarga itu menjadi sukses dengan penghasilan yang mencukupi.
Setelah menjadi orang kaya Ibu itupun ingat sama Mbah Darjo yang telah menolongnya. Akhirnya Kakek itu segera dijemput dan diminta tinggal bersama keluarga mereka. Sejak saat itu Mbah Darjopun berhenti mengemis, dan menghabiskan masa tuanya dengan bahagia. Selesai. ( cerpen, nama dan cerita semata - mata hanya fiktih belaka , bukan diambil dari kisah nyata, mudah-mudahan menyentuh jiwa). 4/9_2016

Sabtu, 03 September 2016

SAABAT SEJATI

I
Masa terus berjalan bagai putaran roda kehidupan yang setiap saat bergerak, menorehkan banyak pengalaman dan kenangan yang setiap saat menemani perjalanan hidup manusia. Disatu sisi ada pengalaman yang manis, disisi lain ada pengalaman yang buruk yang terkadang membuat sesak di dada. Semua itu adalah karunia yang harus kita nikmati.
Dalam setiap perjalanan ada seseorang yang selalu setia menemani, baik dikala suka maupun dikala duka. Ia selalu tersenyum de
ngan tulus, rela mengulurkan tangan ketika kita membutuhkan bantuan, tempat bercerita, berbagi argumen, solusi, bahkan sampai rela berbagi kesedihan.
Sosok itu kadang tidak selalu bersama kita, tapi selalu ada dalam relung sanubari. Tanpanya hidup terasa sepi, sunyi dan kurang bermakna, karna kehadiranya mampu membangkitkan semangat dalam beraktifitas menjalani roda kehidupan yang penuh dengan berbagai dinamika permasalahan. Kehadiranya mampu menjadi penyejuk dikala hati kita gundah, kedatanganya membawa solusi dari permasalahan-permasalahan yang sedang kita hadapi.
Tawa canda yang nampak biasa mampu memberikan gairah dan menumbuhlan tekad yang besar untuk maju ke depan. Sindiran dan kritikanya mampu memperbaiki sikap dan keadaan yang selama ini kita tidak menyadarinya. Nasihat yang bijak selalu terngiang dalam telinga dan mampu menjadi peredam dikala kita melakukan perbuatan yang tidak baik.
Engkau adalah sahabat sejati, yang selalu tersenyum dengan ketulusan hati, tak pernah marah, tak pernah menghianati, tak pernah dendam walau tersakiti. Jiwamu mulia bagaikan emas permata, semangatmu kuat bagaikan baja. Di sana, di sini dan dimana saja engkau berada selalu menjadi sebuah pelita yang menerangi disaat gelap gulita.
Tak jarang ada sosok seperti engkau disetiap perjalanan hidup seseorang, karena kedatanganmu terkadang tidak terduga, engkau ada namun kadang tak terlihat, engkau selalu menemani namun kadang tak disadari.
Sungguh mulia hatimu, sungguh terpuji akhlakmu, berbagi tanpa mengharap balas, menolong dengan penuh ikhlas, bersama walau kadang berbeda, terluka namun tetap tertawa.
Berbahagialah engkau yang punya sahabat sejati, jangan engkau sia-sia, karena kepergianya akan membuat engkau tak berdaya..
Terimakasih kawan, terimakasih sahabat, dirimu akan selalu terukir disetiap waktu..

Rabu, 31 Agustus 2016

KISAH INSPIRASI DARI SEORANG PENDAKI


Waktu itu aku diajak teman untuk mendaki Gunung Slamet, Ia sudah cukup pengalaman dalam urusan mendaki gunung karena sudah banyak gunung yang di taklukan. Sebenarnya dalam hati ada perasaan ingin ikut, tapi di sisi lain aku juga merasa takut karena belum pernah satu kalipun mendaki gunung. Hanya bermodal semangat dan rasa ingin tahu akhirnya aku putuskan untuk ikut bergabung dalam Tiem Pendaki yang semuanya adalah sahabatku.
Persiapan pun aku lakukan dalam waktu yang cukup singkat, berbeda dengan pendaki yang professional, aku hanya membawa bekal seadanya, mulai dari pakean, jaket, sandal tas gendong semua serba seadanya, yang tidak terbayangkan pada waktu itu adalah kaos tangan dan penutup kepala sama mantel/ jas hujan.
Perjalananpun dimulai, aku dan kawan-kawan mulai menginjakan kaki dari pos pertama pemberangkatan. Setelah melalui proses administrasi, kamipun mulai melangkah sedikit demi sedikit menaiki gunung, waktu itu sekitar pukul 18.00 WIB. Ada perasaan senang ada juga perasaan khawatir, karena semakin jauh kaki melangkah terasa semakin gelap dan dingin, pohon yang begitu lebat, dan jalan yang sempit serta berliku-liku menambah suasana perjalanan semakin menantang. Akupun terus mengikuti langkah kawanku, tanpa berpikir untuk menentukan jalan mana yang harus dilalui.
Malampun semakin larut, sesekali kami tertidur dalam perjalanan, hawa dingin semakin menusuk, langit sudah tak terlihat lagi karena tertutup pepohoan yang begitu lebatnya. Dalam hati Aku hanya berserah diri pada sang Penguasa Alam Semesta, sambil memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan keselamatan dalam perjalanan. Rasa cape, lapar, ngantuk, takut, penasaran, khawatir semua bercampur menjadi satu.
Perjalananpun berlanjut, pada saat itu aku mulai merasakan betapa hebat kekuasaan Allah swt. Gunung yang begitu besar dan tinggi tercipta dengan begitu gagahnya. Aku pun semakin bersemangat untuk melangkahkan kaki menuju puncak. Mendekati dini hari, kamipun beristirahat, sambil mendekat ke perapian dan menambah energi dengan mengkonsumsi makanan ala Pendaki, menunya adalah Gorengan tanpa rasa, mie Instan dan secangkir teh panas.
Mendekati subuh langkah kami semakin pelan, karena tenaga yang semakin terkuras. Untuk menghemat energi maka jalanya pun kami buat pelan dan sebentar-bentar berhenti sambil bersandar diantara jalan yang membentuk seperti parit. Semakin ke atas kamipun semakin menjumpai banyak teman dan sahabat. Di sini ada pelajaran yang menakjubkan dari sesama pendaki. Rasa kebersamaan antar sesama pendaki sungguh membuat aku terkagum-kagum, walaupun kami tidak saling kenal, tetapi setiap kali kami bertemu satu sama lain selalu menyapa, sikap saling membantu sangat aku rasakan selama perjalanan. Semua terasa seperti saudara, senasib dan seperjuangan. Aku amati mereka juga memiliki kepedulian lingkungan yang sangat bagus, dari cara mereka membawa sampah selama perjalanan, di seret dengan kandi membuatku merasa semakin terkagum-kagum.
Perjalanan panjangku pun semakin terasa indah dan menakjubkan saat aku melihat di ufuk timur sudah mulai Nampak sinar matahari yang memancar dengan begitu menakjubkan. Tak terasa aku sudah berada di puncak tertinggi gunung Slamet, sungguh aku semakin kagum akan ciptaan Sang Illahi, keindahan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Melihat awan berada dibawah puncak, bagaikan hamparan kapas sang sangat luas, padang pasir yang terbentang disepanjang lingkaran kawah gunung terlihat memutih, berasap, diselimuti kabut yang sesekali terbawa angin menambah suasana terasa sejuk dan damai. Terjawab sudah rasa penasaranku, terbalas sudah semua letihku.
Ada banyak pengalaman yang bisa aku ambil dalam perjalanan ini, keberanian, sikap jujur, toleransi, kerja sama, semangat, kepedulian lingkungan dan yang paling penting adalah rasa Syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh sang Pencipta,begitu besar KekuasaaNya, begitu indah ciptaaNya. 1/9/2016

Rabu, 24 Agustus 2016

KIAT BELAJAR JITU


Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat buat para penuntut ilmu dalam mengatasi permasalahan-permasalahan seputar belajar. Belajar memang bukan suatu yang mudah, apalagi pada masa kini dimana banyak tantangan yang bisa menghalangi seseorang untuk belajar, seperti banyaknya hiburan yang selalu menggoda setiap saat. Maka tak jarang pelajar yang tergiur untuk bermain, menonton TV, asyik dengan HPnya dibanding dengan membaca buku pelajaran.
Realita ini sudah kerap terjadi dimana-mana, padahal kalau seseorang mengalami kesulitan dalam belajar maka akan berimbas pada perolehan hasil, baik secara nilai akademik maupun tingkat pemahaman keilmuan seseorang.
Untuk itu mari kita cari solusi untuk mengatasi hal tersebut. Ada beberapa kiat belajar yang ringan, menyenangkan dan berkualitas :
1. Belajarlah berulang-ulang dalam waktu yang berbeda.
Maksudnya belajarlah sedikit-sedikit dalam waktu yang berbeda akan lebih efektif dibandingkan belajar banyak yang dilakukan dalam satu waktu. Kenapa demikian? Karena semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk belajar maka semakin banyak pula energi otak kita yang terkuras, semakin terkurasnya energi di otak kita maka mengakibatkan kemampuan menghafal dan memahami pelajaran semakin menurun. Berbeda dengan ketika belajar sedikit demi sedikit dimana otak kita masih memiliki kapasitas yang kuat untuk bisa berfikir, menghafal dan memahami materi pelajaran maka hasilnya pun akan lebih optimal.
2. Pilihlah waktu belajar yang efektif
Belajar yang paling bagus adalah ketika suasana hening tanpa terganggu aktifitas-aktifitas lain. Kapan itu? Jawabnya adalah waktu Pagi hari menjelang dan sesudah Subuh. Waktu ini sangat efektif untuk belajar karena kondisi tubuh kita masih penuh dengan energi, otak kita masih segar untuk belajar dan belum terganggu pikiran-pikiran yang lain.
3. Belajar dengan senang hati
Kebanyakan seseorang belajar karna terpaksa, mungkin karena akan ujian atau presentasi. Padahal
belajar yang dipaksakan hasilnya tidak akan maksimal. Untuk itu belajarlah dengan perasaan senang dan hati yang gembira, carilah materi-materi pelajaran yang paling anda senangi, setelah itu baru mempelajari materi yang lain. Belajarlah dari yang ringan-ringan sampai kepada materi yang sulit. Karena kemampuan otak seseorang akan selalu berkembang seperti anak tangga.
4. Belajar dengan penuh harapan masa depan
Apabila seseorang belajar dengan kesadaran bahwa bahwa masa depanya ditentukan oleh usahanya hari ini maka semangatpun akan tumbuh, dan dia akan besungguh-sungguh dalam belajar dan menganggap belajar adalah sebuah kebutuhan. Ketika seseorang sudah sampai pada tahap ini maka kesulitan pun akan berubah menjadi kemudahan, kemalasan akan berubah menjadi semangat dan kegagalan akan berubah menjadi sebuah kesuksesan.
Demikianlah beberapa kiat belajar jitu, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Tiada hasil tanpa usaha, tiada ilmu tanpa belajar, tiada kesuksesan tanpa ikhtiar dan pengorbanan.
Jangan lupa terus berdoa, karena sebesar apapun usaha kita yang akan menentukan hasilnga adalah Allah swt. Untuk itu belajar juga harus disertai ibadah dan doa.

MERDEKA UNTUK BANGKIT

Perjuangan bangsa indonesia sudah mencapai titik kemerdekaan, dimana kita sudah tidak lagi terjajah oleh bangsa Asing. Pengorbanan yang sangat banyak telah dicurahkan oleh seluruh rakyat indonesia, mulai dari harta, tenaga, pikiran bahkan nyawapun dikorbankan untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Betapa mahalnya sebuah kemerdekaan pada waktu itu, pada zaman penjajahan rakyat kita tidak bisa merasakan kebebasan berkreasi, beraksi, berpendapat maupun berusaha. Semuanya dibatasi, diawasi dan dikuasai oleh kaum penjajah. Untuk memperoleh pendidikan susah, untuk memperoleh pekerjaan susah, makan susah, tidur susah, semuanya serba susah. Sedikit melakukan kesalahan maka akan ditindak dan dinintimidasi. Perjuangan dianggap sebagai pemberontakan, solidaritas dianggap sebagai konspirasi, tolong menolong dianggap sebagai propaganda.
Sungguh betapa sengsaranya hidup dimasa perjuangan, setiap detik hati selalu bergetar, setiap saat harus waspada dengan meriam yang setiap saat bisa menimpa. Dukuk tidak nyaman, berdiripun penuh dengan kekhawatiran. Senua itu harus dihadapi setiap saat dengan penuh keberanian dan ketabahan.
Kini Negeri kita sudah merdeka, rakyat sudah bisa menghela nafas dengan lega. Tak ada lagi penjajah yang menghantui. Saatnya kita bangkit untuk mengisi kemerdekaan ini dengan semangat Nasionalisme, membangun bangsa dengan tanpa pamrih sesuai dengan profesi kita masing-masing. Sebagai petani dengan menggarap sawah, sebagai guru dengan mendidik, sebagai pedagang dengan cara bertransaksi secara jujur, sebagai pejabat dengan cara membuat kebijakan yang adil dan bijaksana, sebagai pelajar dengan giat belajar untuk membangun masa depan yang lebih baik. Semua profesi yang kita tekuni apabila dilakukan dengan prinsip kerja keras, jujur, dan ikhlas pasti akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Semoga dengan bertambahnya usia kemerdekaan Republik Indonesia akan bertambah pula semangat juang untuk lebih maju dalam segala aspek kehidupan. Semoga Allah swt senantiasa melindungi, memberi hidayah dan pertolongan kepada kita semua, dan semoga bangsa kita menjadi bangsa yang Baldatun Toyyibatun warobbun ghofur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem titi raharjo kalis saking sambekolo. Amin.

RENUNGAN HUT RI KE 71 Tahun 2016

Saudaraku pejamkanlah mata anda sejenak, hilangkalah segala permasalahan, urusan, dan kesibukan-kesibukan anda. Fokuskan pikiran anda pada Negeri ini. Mari kita bersama-sama berkeliling Nusantara sambil mengingat sejarah bangsa Ini.
Surga kecil telah dianugerahkan pada kita, lihat disana ada gugusan pulau yang tertata indah, pepohonan menghijau, laut membiru, kekayaan alam yang sungguh luar biasa.
Saudaraku Negeri kita pernah dijajah, dirampok dan dikuasai bangsa asing, bangsa kita pernah diperlakukan secara semena-mena. Rakyat menderita, badan mereka kurus, batin mereka tersayat pedih. Banyak anak kecil kehilangan Bapaknya karna menjadi korban perang, Istri-istri yang kehilangan suaminya, bahkan anak-anaknya pun menjadi korban kebiadaban kaum penjajah.
Air mata terasa kering karena begitu banyak yang telah dikeluarkan.
Saudaraku pernahkah kita mengingat mereka? Pernahkah ketika dalam kesendirian kita mendoakan para pahlawan bangsa ini? Adakah rasa terimakasih dalam dada kita untuk mereka?
Bangsa kita sekarang sudah merdeka, kita sudah bisa merasakan kenikmatan yang dulu tidak dirasakan oleh para pahlawan kita. Kita sekarang bisa tidur dengan nyenyak, mereka dulu tidur di bawah meriam-meriam dan dimarkas-markas pertempuran. Kita sekarang bisa makan dengan segala lauk pauk yang ada, dulu mereka makan seadanya, bahkan ada yang menahan lapar berhari-hari karena tidak ada makanan. Kita sekarang bisa belajar di sekolah dengan bebas dimanapun sampai jenjang yang kita inginkan, dulu mereka tidak berkesempatan untuk mengenyam pendidikan. Betapa sengsara perjuangan mereka, betapa pedih penderitaan mereka, terbelenggu selama bertahun-tahun. Apakah pernah kita mengingat penderitaan mereka? Apakah pernah kita mendoakan mereka? Pernah kalau ada upacara itupun mungkin karna terpaksa.
Dimana rasa terimakasih kita? Dimana rasa syukur kita?
Bangsa kita memang sudah merdeka, namun jika kita lihat dan amati masih banyak penjajahan-penjajahan yang lain, masih banyak tugas yang harus diselesaikan, amanah yang besar dari pendiri bangsa ini belum sepenuhnya kita laksanakan.
Saudaraku marilah kita bergandeng tangan, perkuat persatuan dan kesatuan bangsa, hindari perpecahan, hindari saling menghina dan memfitnah satu sama lainya, ayo bangkitlah generasi muda, jangan engaku berbuat sia-sia, ayo perangi narkoba, tawuran, dan perbuatan-perbuatan tercela lainya.
Saudaraku disetiap kesulitan pasti ada kemudahan, habis gelap pasti terbitlah terang, berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang senang kemudian. Sudah saatnya kita maju, sudah saatnya kita merdeka dalam arti yang sebenarnya. Kedepan pasti ada jalan, kedepan pasti akan gemilang. Semoga Bangsa kita akan semakin maju, bermartabat, makmur, adil dan sentosa serta senantiasa dalam lindungan sang Kuasa. DIRGAHAYU NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA .. MERDEKA..!!!

Selasa, 23 Agustus 2016

PERSAMI 2016


Persami merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh setiap Gugus Depan Sekolah Atau Madrasah. Kegiatan ini merupakan agenda wajib pramuka yang diselenggarakan dalam rangka penerimaan Anggota pramuka baru baik dalam tingkatan penggalang maupun penegak.
Materi kegiatan persami sangat beragam mulai dari yang berbentuk materi kepramukaan sampai yang berupa permainan yang bersifat mendidik, kalau dalam istilah pramuka disebut dengan Out Dor Management Game. Materi-materi tersebut disuguhkan ke peserta dengan format yang menarik dan penuh kesan, dibingkai dengan ketrampilan tepuk dan nyanyian-nyanyian yang menggembirakan sekaligus mengandung muatan nilai-nilai pendidikan dan cinta pramuka.
Kegiatan yang tidak boleh dilewatkan dalam persami adalah rangkaian Upacara Api Unggun. Biasanya acara ini sangat dinanti oleh para peserta, karena ada beraneka macam sesi acara yang sangat beragam dan berfariasi. Mulai dari prosesi upacaranya, penyalaan Api Unggun, sampai pada sesi hiburan yang diisi oleh para peserta, panitia bahkan para alumni pun turut memeriahkan acara tersebut. Dalam upacara api unggun ada penanaman nilai-nilai patriotisme, semangat dan motifasi untuk menjadi manusia yang lebih baik dalam rangka mewujudkan masa depan yang gemilang, sebagaimana bara api yang terus berkobar. Api unggun yang menyala dengan gagah tapi selalu mengerucut menuju satu titik, artinya walaupun segagah apapun kita, sebesar apapun kemampuan kita diharapkan tidak menjadi sombong , dan harus senantiasa taat beribadah kepada Dzat yang maha tunggal yaitu Allah swt.
Begitu banyak nilai-nilai yang bisa diperoleh melalui kegiatan persami. Untuk itu dibutuhkan niat yang lurus dan harapan yang positif agar kegiatan persami tersebut menjadi lebih bermakna, tidak sekedar bersenang senang atau hiburan semata.
Harapan itu akan terwujud mana kala peserta dan seluruh penyelenggara persami mengetahui makna persami yang sesungguhnya dan bekerja sama dengan baik untuk bisa mewujudkan harapan tersebut.
Mari kita sukseskan kegiatan Persami MTsN Purwokerto tahun 2016, mudah-mudahan selalu mendapat bimbingan dan Ridlo dari Allah swt, sehingga bisa menumbuhkan generasi pramuka yang unggul dalam akhlak, pintar, terampil dan berwatak mulia. Amin.
Satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan..

MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA


Sampah adalah limbah atau sisa-sisa barang produksi atau kemasan yang sudah tidak terpakai. Ada dua macam sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik, sampah organik adalah sampah yang bisa terurai seperti sisa-sisa makanan, pembungkus makanan yang terbuat dari bahan-bahan alami. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang susah terurai karena berupa barang-barang yang tercipta melalui prises kimiawi, seperti kaleng bekas, botol bekas, barang-barang yang terbuat dari plastik dan lain sebagainya.
Sampah yang menumpuk apabila tidak ditangani secara benar bisa mengakibatkan bau yang tidak sedap dan menyebabkan tumbuhnya wabah penyakit. Disamping itu kalau dipandang menjadi tidak indah, dan bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan, seperti banjir, pencemaran tanah dan air.
Untuk itu perlu adanya kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Hal ini bisa ditanamkan sejak dini pada anak, misalnya dengan cara membiasakan membuang bungkus jajanan ke tempat sampah. Budaya membuang sampah pada tempatnya akan sangat membantu mengatasi berbagai masalah pencemaran lingkungan dan kesehatan. Lebih lanjut kebiasaan membuang sampah pada tempatnya juga akan berdampak positif terhadap kesehatan lingkungan, tentunya bisa menguntungkan semua pihak.
Namun disayangkan budaya membuang sampah pada tempanya masih sangat rendah. Banyak kasus sering kita jumpai semisal orang membuang sampah dari kendaraan, membuang sampah disungai, membuang bungkus jajan disembarang tempat, membuang limbah sisa industri tidak pada tempatnya, dan masih banyak contoh kasus yang lain.
Lalu bagaimana cara menanamkan kesadaran agar seseorang mau membuang sampah pada tempatnya? Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk itu, yaitu:
1. Biasakan membuang sampah sejak masih kecil
2. Tumbuhkan kesadaran akan kecintaan terhadap lingkungan.
3. Buatlah tempat sampah yang representatif di setiap sudut lingkungan yang ramai aktifitas dengan jumlah yang mencukupi
4. Tanamkan kesadaran akan bahaya membuang sampah disembarang tempat.
5. Berilah penghargaan bagi setiap individu atau kelompok yang perduli terhadap kebersihan dan kesehatan.
6. Tanamkan bahwa lingkungan dan alam ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk merawat dan melestarikanya.
7. Ingatlah selalu bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman.
Demikianlah beberapa hal tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Jika lingkungan bersih maka suasana akan nampak indah dan tentunya berdampak positif pada kesehatan kita, sebaliknya jika lingkungan kotor maka akan sangat berakibat buruk terhadap kesehatan kita juga tentunya.
Ayo buanglah sampah pada tempatnya, ayo selamatkan bumi ini dari pencemaran lingkungan.
Ari/24/8/2016.

Sabtu, 13 Agustus 2016

MTsN Purwokerto Berlaga di Jambore Nasional 2016

Adiat Yusuf Kurnianto merupakan salah satu peserta Jamnas 2016 Konda Jawa Tengah. Ia adalah siswa MTsN Purwokerto yang terseleksi mengikuti Jamnas 2016 dan sekarang sedang berlaga di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Berangkat tanggal 9 Agustus 2016 dan selesai tanggal 21 Agustus 2016. Mudah-mudahan diberi kelancaran dan kesuksesan selama menjalani perlombaan dan berhasil membawa nama baik Pramuka MTsN Purwokerto pada khususnya, Kwarcab Banyumas, dan Kwarda Jawa Tengah pada umumnya.
Satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan.