Purwokerto - MTsN 1 Banyumas melaksanakan upacara dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 bertempat di lapangan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan serta seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX . Pada tahun ini MTsN 1 Banyumas juga mengundang Komite Madrasah dan Wali Murid yang putra-putrinya mengikuti Paskibra untuk mengikuti upacara sebagai tamu kehormatan.
Upacara berlangsung pukul 07.00 WIB dan berlangsung dengan sangat hikmat, petugas dan peserta upacara mengikuti upacara dengan tertib dan hikmat dari awal sampai akhir. Pada upacara pengibaran HUT RI ke-81 tampil Pasukan Pengibar Bendera dan paduan suara MTsN 1 Banyumas menjadikan upacara terasa lebih spesial.
Ali Nurdin selalu Kepala Madrasah membacakan teks pidato sambutan Menteri Agama pada upacara HUT RI Ke-81. Menteri Agama menyampaikan pentingnya menjunjung tinggi harkat dan martabat Bangsa Indonesia sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, "Hari ini kita peringati 81 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan bukan hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu kita. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan terjadi atas berkat rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan," ungkap Menteri Agama dikutip dari Google.com.
Menteri Agama juga menyampaikan pentingnya kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, "Indonesia besar karena keberagaman. Karenanya kerukunan jadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju. Indeks Kerukunan Umat Beragama kita terus meningkat, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Ini pencapaian tertinggi. Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025, juga mencapai 84,61. Kondisi ini harus kita syukuri. Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan. Rumah ibadah harus menjadi tempat yang menenteramkan," ungkap Nazarudin Umar.
Selain itu Menteri Agama juga mengajak untuk mendukung seluruh program pemerintah termasuk MBG, "Kementerian Agama juga terus mendorong pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran tetapi juga membentuk karakter. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin melahirkan peserta didik yang berkarakter dan toleran. Melalui program Ekoteologi, kita menggerakkan aksi nyata pelestarian alam untuk mendukung Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri). Kita harus menjadi bagian penting dari pembangunan nasional. Saat ini tercatat lebih dari 11,8 juta siswa dan santri telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis," ungkapnya.
Pada pidato memperingati HUT RI ke-81 Menteri Agama juga menyampaikan pentingnya bersikap bijak dalam penggunaan teknologi, "Saat ini kita memasuki zaman baru. Artificial Intelligence telah mengubah cara kita belajar dan bekerja. Tetapi ada satu hal yang tidak boleh berubah yaitu kemanusiaan. AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal. Di tengah era post-truth, ketika informasi palsu dapat terlihat seperti kebenaran, Kementerian Agama harus memperkuat literasi digital sekaligus literasi keagamaan. Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan manusia justru menyebarkan kebencian, menghasilkan kebohongan, lalu kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat manusia kehilangan hati nurani, " tambahnya.
Ali Nurdin selaku Pembina Upacara memberikan penghargaan dan apresiasi kepada petugas upacara, " Ijinkan kami memberikan apresiasi kepada petugas upacara, kalian luar biasa tetap semangat dan jangan lelah untuk mencintai Indonesia," ungkapnya.
Setelah upacara selesai, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada guru dan siswa yang berprestasi dalam berbagai ajang perlombaan. Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada guru dan siswa yang berprestasi dalam berbagai ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh madrasah dan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. (Ari/trm).







